Merawat kelinci yang baik.


Tidak semua binatang aman dan bisa dipelihara. Di luar binatang yang
lazim dipelihara di rumah, beberapa jenis binatang terlarang juga
sering hidup bersama manusia. Image Alt Khususnya jenis binatang buas yang
masih liar dan belum jinak. Serta jenis binatang yang berisiko
menularkan penyakit kepada manusia (zoonosis). Dan ketika Anda memberikan makanan hewan juga haurs hati-hati, apakah makanan online pet store, pet shop delivery, maupun toko biasa.

1. Pastikan bahwa binatang yang dipelihara bukan binatang buas dan bebas dari penyakit. Bawalah binatang tersebut ke dokter hewan untuk memastikan kalau biatang peliharaan tidak mengandung virus maupun parasit.

2. Ajari anak untuk selalu menjaga kebersihan binatang peliharaannya, termasuk menentukan dimana binatang itu mengeluarkan kotoran, makan dan sebagainya.

3. Mintalah anak untuk memberi sendiri makan dan minum binatang
kesayangannya. Tegaskan bahwa itulah konsekuensi jika ingin memelihara binatang. Untuk masalah makanan misalnya juga Anda bisa mengajarkannya tentang online pet stores, maupun online service Indonesia.

4. Tekankan pada mereka bahwa binatang hanya jembatan bagi mereka untuk dapat lebih baik bersosialisasi dengan orang lain.

5. Jika anak berminat memelihara tikus-tikus lucu seperti hamster, marmut, dan tupai, yakinkan kebersihan hewan-hewan terjaga karena hewan-hewan ini sangat rentan terhadap penyakit.

Penyakit yang sering dijumpai pada kelinci adalah SCABIES. Mari kita bahas sedikit tentang SCABIES ini, penyebab, penanggulangan dan pengobatannya jika telah terkena.

Mari kita Simak bersama….

SCABIES

DEFINISI

Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau (mite) Sarcoptes scabei, yang termasuk dalam kelas Arachnida. Tungau ini berukuran sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop atau bersifat mikroskopis.
Penyakit Scabies sering disebut kutu badan. Penyakit ini juga mudah menular dari manusia ke manusia , dari hewan ke manusia dan sebaliknya. Scabies mudah menyebar baik secara langsung melalui sentuhan langsung dengan penderita
maupun secara tak langsung melalui baju, seprai, handuk, bantal, air, atau sisir yang pernah digunakan penderita dan belum dibersihkan dan masih terdapat tungau Sarcoptesnya.
Scabies menyebabkan rasa gatal pada bagian kulit seperti sela-sela jari, siku, selangkangan. Scabies identik dengan penyakit anak pondok. penyebabnya adalah kondisi kebersihan yang kurang terjaga, sanitasi yang buruk, kurang gizi, dan kondisi ruangan terlalu lembab dan kurang mendapat sinar matahari secara langsung. Penyakit kulit scabies menular dengan cepat pada suatu komunitas yang tinggal bersama sehingga dalam pengobatannya harus dilakukan secara serentak dan menyeluruh pada semua orang dan lingkungan pada komunitas yang terserang scabies, karena apabila dilakukan pengobatan secara individual maka akan mudah tertular kembali penyakit scabies.

PENYEBAB

Scabies disebabkan oleh Sarcoptes scabiei, tungau ini berbentuk bundardan mempunyai empat pasang kaki . Dua pasang kaki dibagian anterior menonjol keluar melewati batas badan dan dua pasang kaki bagian posterior tidak melewati
batas badan. Sarcoptes betina yang berada di lapisan kulit stratum corneumdan lucidum membuat terowongan ke dalam lapisan kulit. Di dalam terowongan inilah Sarcoptes betina bertelur dan dalam waktu singkat telur tersebut menetas menjadi hypopi yakti sarcoptes muda dengan tiga pasang kaki. Akibat terowongan yang digali Sarcoptes betina dan hypopi yang memakan sel-sel di lapisan kulit itu, penderita mengalami rasa gatal, akibatnya penderita menggaruk kulitnya sehingga
terjadi infeksi ektoparasit dan terbentuk kerak berwarna coklat keabuan yang berbau anyir.

GEJALA

Gejala yang ditunjukkan adalah warna merah,iritasi dan rasa gatal pada kulit yang umumnya muncul di sela-sela jari, siku, selangkangan, dan lipatan paha. gejala lain adalah munculnya garis halus yang berwarna kemerahan di bawah kulit yang merupakan terowongan yang digali Sarcoptes betina. Gejala lainnya muncul gelembung berair pada kulit.

DIAGNOSA

Diagnosa scabies dilakukan dengan membuat kerokan kulit pada daerah yang berwarna kemerahan dan terasa gatal. kerokan yang dilakukan sebaiknya dilakukan agak dalam hingga kulit mengeluarkan darah karena Sarcoptes betina bermukim agak dalam di kulit dengan membuat terowongan.
Untuk melarutkan kerak digunakan larutan KOH 10 persen. selanjutnya hasil kerokan tersebut diamatai dengan mikroskop dengan perbesaran 10-40 kali.

PENGOBATAN

pengobatan scabies dapat dilakukan dengan delousing yakni shower dengan air yang telah dilarutkan bubuk DDT (Diclhoro Diphenyl Trichloroetan). Pengobatan lain adalah dengan mengolesi salep yang mempunyai daya miticid baik dari zat kimia organik maupun non organik pada bagian kulit yang terasa gatal dan kemerahan dan didiamkan selama 10 jam.
Alternatif lain adalah mandi denga sabun sulfur/belerang karena kandungan pada sulfur bersifat antiseptik dan antiparasit, tetapi pemakaian sabun sulfur tidak boleh berlebihan karena membuat kulit menjadi kering. Pengobatan scabies harus dilakukan secara serentak pada daerah yang terserang scabies agar tidak tertular kembali penyakit scabies.

REFERENCE;
Ovedoff,david.2002.kapita selekta kedokteran.Bina Rupa aksara:Jakarta
Andi,Djuanda.1999.ilmu penyakit kulit dan kelamin.FK UII:Yogyakarta
www.scholar.google.com
www.google.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s